Sunday, October 13, 2013

Datang dan pergi

Aku kembali lagi membawa sejuta cerita yang tak sempat kusampaikan padamu.
aku mengalami sejuta peristiwa yang entah kenapa lebih menguras air mata dari sebelum-sebelumnya, terutama mengenai konspirasi 'hati'
sebagai remaja yang sedang labil-labilnya masalah ini memang selalu menghantui, fokus akan impian yang terencana pun bisa dibuang mentah-mentah oleh kasus ini.
banyak sekali kejadian yang terjadi hingga aku tak tahu harus memulai darimana untuk menceritakannya, toh untuk apa aku harus menceritakan kejadian yang ingin aku buang bahkan aku lupakan?
tapi biarkan tulisan ini sedikit saja menjadi sejarah yang menjadi saksi mata perjalanan 'hati' ku.
Aku mengenal sesosok pemuda, lama sekali kami mengenalnya, kami saling mengetahui seluk-beluk satu sama lain. memang hubungan kami bisa dibilang 'buram' maksudnya tidak ada kejelasan antara satu sama lain. tak beberapa lama, tiba-tiba sesosok pemuda lain datang masuk ke dalam kehidupan kami berdua. sempat aku meninggalkan sebut saja 'teman lama' ku ini dengan pria yang datang tersebut . bisa dibilang aku berusaha menjauhinya.
seiring berjalannya waktu mereka sering mengganggu sehingga aku memutuskan untuk 'pergi dan menghilang'

berawal dari keputusanku yang 'kurang tepat', mereka pun ikut 'pergi dan menghilang'.
pada awalnya aku merasa kehilangan. siapa yang tidak merasa kehilangan bila seseorang yang selama ini selalu ada untuk mengisi hari-hari kita tiba-tiba menghilang bahkan tanpa sebuah jejak sekalipun?
beberapa hari memang ku akui aku 'bersedih' hingga datanglah sesosok lelaki yang menghapus kesedihanku.
awalnya memang kuanggap dia hanya bersimpati kepadaku saja, namun tingkahnya tidak seperti biasanya.
aku mulai 'tertarik'
hingga pada saatnya ia menghilang.. aku terus mencarinya.. dia tetap tidak menunjukkan batang hidungnya.. aku terus menunggunya...
Aku seketika sadar apakah semua lelaki itu selalu datang lalu pergi?
setelah menghapus duka lalu kembali menorehkan duka? bahkan lebih perih dari sebelumnya.
Aku mulai ragu. yang jelas untuk sekarang aku ingin sendiri, bebas tanpa ada pikiran mengenai lelaki, dan fokus untuk menggapai impian ini.

p.s : aku masih menunggu kehadiran dikau untuk mengobatiku kembali

No comments: